Detail Cantuman Kembali
gelombang pecah dalam pendaratan amfibi di perairan pantai sorong
Hal yang sangat krusial dalam operasi amfibi adalah faktor gelombang laut karena gelombang laut inilah yang sangat mempengaruhi kecepatan gerakan dalam proses pendaratan seluruh material tempur Marinir dari kapal ke pantai. Dari hasil analisis yang dilakukan meliputi pola angin, tinggi dan periode gelombang serta transformasi gelombang yang terjadi di perairan laut Sorong Papua Barat dapat diketahui bahwa arah angin dominan bertiup dari arah Barat Daya dengan prosentase frekuensi 23,65%, variasi angin dari Tenggara dan Selatan masing-masing dengan prosentase frekuensi 8,93% dan 8,6%. Tinggi gelombang rerata 0,23 meter dengan periode rerata 2,97 detik. Gelombang pecah terjadi di kedalaman 0,364 meter dengan tinggi 0,26 meter. Dari analisis terhadap gelombang pecah itulah dapat diketahui bahwa kemiringan dasar laut (gradien pantai) yang terdapat diwilayah perairan laut Sorong Papua Barat adalah 1 : 59,8 yang berarti di pantai tersebut termasuk dalam klasifikasi gentle (landai) dengan tipe gelombang spilling sehingga dinilai cukup layak untuk melaksanakan operasi pendaratan amfibi.
624.15.13 Bud g
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2015
Surabaya
xi, 101 p. : ill. ; 29 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...







